Tampilkan postingan dengan label Animals. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Animals. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Maret 2011

Kelinci Raksasa Ditemukan di Spanyol

VIVAnews - Pada suatu masa, kelinci bukanlah binatang kecil yang imut, pemakan wortel yang pandai melompat-lompat ke sana kemari.
Sebab, sebuah penelitian yang telah dipublikasikan di Journal of Vertebrate Paleontology baru-baru ini, para peneliti menemukan fosil kelinci raksasa yang besarnya enam kali lebih besar dari kelinci modern yang kita jumpai saat ini.
Seorang pakar paleontologi (ilmu fosil hewan dan tumbuhan)Spanyol bernama Josep Quintana, baru-baru ini berhasil mendapatkan fosil kelinci raksasa yang diberi nama Nuralgus rex, dari sebuah batu di Pulau Minorca, Spanyol.
"Saya butuh empat tahun untuk bisa mendapatkan sampel tulang Nuralgus rex dari batu merah yang keras," ujar Quintana, peneliti dari Institute of Paleontology Barcelona, Spanyol, dikutip dari situsLiveScience.
Quintana harus menggunakan ratusan liter asam asetat, cuka yang berkonsentrasi tinggi untuk bisa menari fosil tengkorak kelinci raksasa ini. Ia memperkirakan, kelinci raksasa ini hidup sekitar 3-5 juta tahun silam.
Kelinci ini memiliki bobot seberat 12 kg, sepasang kaki yang lebih pendek, tulang belakang yang lebih pendek, sehingga ia sulit untuk melompat. "Saya pikir binatang ini seperti seekor kelinci yang dengan kikuk bisa berjalan. Bayangkan seperti seekor berang-berang yang keluar dari air," kata Quintana.
Dengan sepasang mata yang keci, kelinci ini memiliki penglihatan yang kurang tajam. Kelinci ini juga tak memiliki ciri khas kelinci modern lain, seperti telinga yang besar. Oleh karenanya, ia juga memiliki pendengaran yang kurang baik. 
illustration of ancient, giant rabbit
Namun demikian, kelinci ini memang tak perlu khawatir dengan predator-predator yang bisa menyantapnya. Kelinci ini hanya bertetangga dengan kelalawar,dormice (binatang pengerat purba), dan kura-kura raksasa. 
Berdasarkan cakarnya yang berbentuk melengkung, peneliti percaya bahwa binatang ini adalah penggali yang lihai, dan hidup mengandalkan tanaman umbi-umbian.  
"Lebih dari 40 juta tahun terakhir keluarga kelinci diketahui memiliki ukran yang kurang lebih sama dengan kelinci modern. Kini penemuan kelinci raksasa menambahkan khasanah yang ada," kata Mary Dawson, ilmuwan kelinci dari Carnegie Museum of Natural History, Pittsburgh.
Penemuan kelinci raksasa ini memenuhi hukum yang berlaku di pulau itu. Hukum itu menyebutkan bahwa binatang yang besar, semakin lama akan semakin mengecil, karena persediaan makanan semakin menipis, sementara binatang yang kecil justru sering menjadi lebih besar, karena ketiadaan predator.
Ke depan, Quintana akan mengusulkan agar kelinci raksasa ini menjadi maskot untuk pulau Minorca. "Saya ingin agar kelinci raksasa ini menarik para pelajar dan wisawatan untuk berkunjung ke pulau ini," kata dia.

Jumat, 18 Maret 2011

Mutasi Gen Bikin Ayam Leher Telanjang Tahan Panas

Mutasi Gen Bikin Ayam Leher Telanjang Tahan Panas


Hewan berleher panjang tanpa bulu itu menjadi perdebatan ilmuwan dan peternak unggas. Inilah ‘turken’ yang berasal dari kata turkey(kalkun) dan chicken (ayam).
Meskipun dinamai Transylvanian Naked Neck, hewan ini sebenarnya salah satu jenis ayam. Namun karena salah satu alasan misterius yang belum disepakati ilmuwan, banyak orang mengira itu perkawinan dari kalkun dan ayam.
Berdasarkan tes DNA dari ilmuwan di Roslin Institute, University of Edinburgh, Inggris, peternak unggas tidak perlu panik. Dr. Denis Headon, pemimpin studi, menilai keberadaan ayam itu dapat membantu peternak menghasilkan ayam yang cocok dengan habitat negara beriklim panas.
“Ayam berleher telanjang itu tidak memiliki bulu, tapi mereka berperilaku seperti ayam normal dengan bertelur dan menghasilkan daging yang baik. Yang menarik, mereka ternyata lebih tahan kondisi panas dari ayam normal,” kata Dr. Denis Headon.
Ayam berleher panjang itu pertama kali muncul di Eropa Tengah dan masuk ke Inggris pada 1920.
Studi terbaru menemukan adanya mutasi genetik secara acak yang menyebabkan kelebihan produksi molekul penghilang bulu, lebih dikenal dengan gen BMP12. Mutasi tersebut pertama kali muncul pada ayam di utara Rumania, ratusan tahun lalu. Mutasi gen ini membuat leher unggas menjadi telanjang/
Secara umum, mutasi genetik buruk bagi perkembangan binatang. Namun, bagi ayam, kemampuan itu membantu mereka bertahan di suhu panas sehingga menghasilkan telur dan daging yang lebih baik.

Selasa, 01 Maret 2011

Wanita Bertekuk Lutut pada Kucing

Hubungan antara kucing dengan tuannya, khususnya pemilik kucing wanita, bisa begitu erat.
Saking eratnya, hubungan antara keduanya bahkan nyaris menyamai hubungan antara manusia dengan manusia
Menurut sebuah riset yang dipublikasikan di jurnal Behavioural Processes, hubungan kucing dengan pemilik wanita bukan hanya sebatas hubungan ketergantungan binatang untuk memperoleh makanan semata. 
Seperti dikutip dari situs Discovery News, dalam riset yang dipimpin oleh Kurt Kotrschal dari Konrad Lorenz Research Station dan University of Vienna, para peneliti merekam interaksi antara 41 kucing dan pemilikinya untuk kemudian dianalisa.
Setiap tindak-tanduk keduanya, baik kucing maupun pemiliknya, diamati dan dicatat. Kepribadian kucing dan pemiliknya juga diuji pada sebuah tes terpisah. 
Para ilmuwan menyimpulkan kucing dan pemiliknya saling mempengaruhi satu sama lain, dengan kuat. Mereka seringkali saling mengontrol perilaku masing-masing pihak. 
Wanita extrovert dan kucing muda yang aktif merupakan pasangan yang sangat klop. Dalam hubungan ini, kucing tak jarang menunjukkan pertanda yang halus untuk menunjukkan sinyal untuk kontak pertemanan dengan menaikkan ekornya.
Sementara itu, kucing yang mampu menarik banyak kucing lainnya, biasanya akan cenderung menarik wanita, tak peduli apakah kucing itu jantan, atau betina.
"Respon baliknya, kucing akan lebih sering mendekati sang pemilik wanita," kata Manuela Wedl, salah satu anggota tim peneliti dari University of Vienna, kepada Discovery.
Tak hanya itu, kucing juga memegang kendali saat mereka sedang diberi makan, atau diurusi oleh pemilik kucing wanitanya. Ini sangat mirip dengan apa yang terjadi pada hubungan anak kecil dengan orang tuanya. Biasanya, pemilik kucing wanita memiliki hubungan yang lebih intens dengan kucing peliharaannya, daripada pemilik kucing pria. 
Kucing ternyata juga akan mengingat kebaikan dari manusia dan akan membalas kebaikan itu. Bila sang pemilik menuruti keinginan kucing, maka kucing itu nantinya akan menuruti keinginan pemiliknya dalam berinteraksi. 
"Hubungan antara kucing dan manusia melibatkan ketertarikan mutual, kecocokan kepribadian, keasyikan dalam berinteraksi, permainan, kasih sayang, dan dukungan sosial," kata Dorothy Gracey, anggota tim riset lainnya.